McTominay Kesal Saksikan Liverpool Jawara Liga Champions
McTominay Kesal Saksikan Liverpool Jawara Liga Champions

Pemain berposisi gelandang Manchester United, Scott McTominay, mengakui kesal menyaksikan Liverpool jawara Liga Champions. Namun, di lain pihak, dia bangga dengan pencapaian kompatriotnya, Andy Robertson, yang menjadi salah satu bagian vital dari tim The Reds.

Liverpool unggul 2-0 melawan Tottenham pada laga pamungkas Liga Champions di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Di partai ini, goal The Reds dilesakkan Mohamed Salah (pen 2′) dan Divock Origi (87′).

“Saya salah satu pria United sejati, hingga saya tak dapat berbohong ini tak simpel, ini merupakan tontonan yang sukar. Namun ini masih baik untuk menyaksikan sesama warga Skotlandia di gelanggang dan cantik untuk menyaksikan apa yang Robertson lalui dari 2012 sampai saat ini, ” tutur McTominay di Soccerway.

Robertson main cemerlang bareng Liverpool kompetisi musim ini. Dia mencatat 48 penampilan di seluruh turnamen dengan sumbangan 13 umpan.

“Ini mengesankan untuk Robertson dan kami bahagia memperolehnya kembali dan mudah-mudahan berseragam Skotlandia. Apabila ini bukanlah inspirasi untuk semua kesebelasan, saya tak mengerti apakah ini. ”

“Robertson mengerjakannya dengan amat bagus dan ini merupakan tujuanku, untuk mereplika sesuatu sebagaimana ini mengangkat gelar raksasa dan mudah-mudahan tampil dalam kompetisi raksasa pada masa mendatang dengan Skotlandia, ” McTominay melanjutkan.

West Ham “Pembunuh” Kesebelasan London di Stadion Anyar
West Ham “Pembunuh” Kesebelasan London di Stadion Anyar

West Ham United bisa memetik kemenangan kala bertandang menuju Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (27/4/2019). West Ham unggul 1-0 melawan kesebelasan semifinalis Liga Champions itu.

Goal tunggal West Ham dicetak oleh bintang dari Kolombia, Michail Antonio. Menggunakan assist dari Marko Arnautovic, tendangan Antonio tidak bisa dihalau oleh penjaga gawang Spurs, Hugo Lloris.

Semenjak menit awal paruh perdana, West Ham memang bermain lebih optimis. Pada paruh perdana saja, mereka bisa lepaskan tujuh tembakan, dua diantaranya mengacu menuju gawang Lloris.

Kemenangan The Hammers ini membikin mereka pantas disebut-sebut sebagai kesebelasan “pembunuh” tim London yang baru memiliki stadion anyar.

Pada 2007, sebagaimana dilansir football5star. com dari data optajoe, tim asuhan Manuel Pellegrini jua menjadi kesebelasan pertama-tama menghajar Arsenal di markas anyar mereka, Stadion Emirates.

Skornya serupa 1-0, goal The Hammers menuju gawang Arsenal kala itu dicetak oleh Bobby Zamora pada menit-menit terakhir paruh perdana. Menariknya, pada pertandingan 2007 dan 2019, Arsenal dan Tottenham padahal mendominasi permainan.

Pada 2007, ESPN mencatatkan sepanjang 2×45 menit, Arsenal menguasai bola sebanyak 64 persen, melepas 30 tembakan menuju arah gawang. Sementara The Hammers cuma menguasai bola sebanyak 36 persen dan cuma lepaskan enam kali tembakan.

Sementara di pertandingan tadi, Totteham Hotspur total menguasai bola sebanyak 63 persen dengan melepas 14 tembakan, empat diantaranya mengacu menuju gawang. Sementara The Hammers cuma menguasai 37 persen dengan tujuh tembakan menuju arah gawang.

Southgate: Sterling Bisa Jadi Kapten Tim Nasional Inggris
Southgate: Sterling Bisa Jadi Kapten Tim Nasional Inggris

Raheem Sterling tak jua berhenti mengundang decak kagum atas performanya bareng tim nasional Inggris. Dia lagi-lagi main bagus bareng The Three Lions di kualifikasi Euro 2020 menghadapi Montenegro.

Catatan itu menjadikannya senantiasa menyarangkan goal di 2 pertandingan kualifikasi. Sebelumnya, dia mencatat hattrick saat melawan Republik Ceko. 2 hasil positif itu menghantarkan Inggris memuncaki klasemen sementara grup A.

Performa bagus pada 2 laga mengundang komentar dari pelatih tim nasional, Gareth Southgate. Dia menganggap, bintang lulusan akademi Queen’s Park Rangers itu semakin matang. Bukanlah tak mungkin pada masa mendatang dia bakal jadi kapten, tugas yang sekarang diemban Harry Kane.

“Ketika awalnya saya tiba ke skuat ini, saya berpikir beban terlalu bertumpu di 1 orang. Padahal, menurutku tugas kayak itu mesti dibagi. Siapa saja yang memiliki jiwa memimpin, mesti dapat melakoni jabatan itu, ” tutur Southgate.

“Jika mengamati performa dan konsistensinya akhir-akhir ini membuat dirinya masuk di dalam calon itu. Ia ada dibawah Jordan Henderson selaku bintang yang sangat lama pada tim nasional sekarang, ” jelasnya meneruskan.

Inggris berpotensi berlaga di babak final Euro 2020 tanpa kendala. Sebab, selama ini mereka tertulis menjadi kesebelasan paling subur bersama sepuluh goal. Rival yang tergolong sulit pada penyisihan grup, yaitu Ceko telah mereka lewati dengan bagus. Sisanya, Sterling dkk tinggal bertanding dengan kesebelasan kayak Bulgaria serta Kosovo yang di atas kertas tak terlampau menyulitkan.

Barito Putera Targetkan Lolos ke Perempat Final di Piala Presiden 2019
Barito Putera Targetkan Lolos ke Perempat Final di Piala Presiden 2019

Hasil negatif dari Arema Malang di pertandingan pertama Piala Presiden 2019, membikin Barito Putera harus waspada. Dalam dua pertandingan sisa, pemain Jacksen F. Tiago pantang hukumnya tidak meraih hasil positif jika tetap ingin melaju ke perempat-final.

Di partai berikutnya, Barito bakal menjajal kekuatan Persita Tangerang, Sabtu (9/3). Persita juga menderita kehancuran pada laga pertama dari Persela Lamongan. Diprediksi bahwa anak didikan Widodo C. Putro itu jua akan tampi ngotot demi amankan kesempatan menetap di turnamen tahun ini.

Jacksen menilai, kejadian Piala Presiden ini dijadikan momentum guna menjajal kedalaman timnya menyambut bergulirnya Liga 1. Oleh sebab itu, eks bintang Persebaya Surabaya itu tak mau membebani anak asuhnya dengan incaran tinggi.

“Pastinya besok kekuatan klub-klub lawan bakal sangat lain karena dibuntuti oleh kontestan dari Liga 1 serta Liga dua. Apalagi sekarang ada regulasi pergantian sampai 6 pemain, jadi dapat mengetahui beberapa kekuatan bintang, ” jelasnya.

“Target pertama rombongan saya tentu melaju dari babak grup. Usai itu, baru dapat menyusun taktik untuk melaju ke fase berikutnya, ” jelas juru tak-tik asal Brasil tersebut.

Sudah Berlatih, Harry Kane Berpeluang Kembali Tampil Kontra Burnley
Sudah Berlatih, Harry Kane Berpeluang Kembali Tampil Kontra Burnley

Tottenham Hotspur berpotensi balik lagi dibela sang bintang dengan nama besar, Harry Kane pada laga lanjutan Liga Preimer Inggris akhir minggu ini. Situasinya senantiasa meningkat usai sudah mulai dapat balik lagi latihan semenjak Senin (18/2/2019).

Tottenham Hotspur bakal balik lagi menurunkan laga lanjutan Liga Premier Inggris kontra Burnley. Pertandingan itu berjalan di Stadion Turf Moor, Sabtu (23/2/2019).

Kesebelasan berjulukan The Lilywhites telah kehilangan kontribusi Harry Kane di lapangan di dalam 7 laga terbaru pada semua turnamen. Striker berumur 25 tahun ini harus menepi lantaran soal cedera pergelangan kaki.

Soal tersebut dialaminya kala Tottenham ditumbangkan Manchester United di Stadion Wembley pada 13 Januari kemarin. Awalnya, Kane diperkirakan bakal tidak ikut serta sampai Maret.

Tapi, perkembangan pemulihan dari cederanya dapat setingkat lebih cepat dari prediksi. Malahan, dia sudah bisa balik lagi latihan maksimal bareng tim Tottenham awal minggu ini.

“Saya kira kami tengah butuh memperhitungkan lebih lanjut pada pelatihan terbaru sebelum laga. Usai itu, kami baru bakal memutuskan apa dia dapat berlaga ataupun enggak, ” tutur Pochettino dari Sky Sports.

“Namun, menurut aku dia bakal baik-baik saja. Kemungkinan ia dapat masuk di dalam tim pada pertandingan kontra Burnley, ” katanya.

Saat tak dapat dibela Harry Kane, The Lilywhites tereliminasi dari gelaran Piala Liga Inggris serta Piala FA. Tapi, mereka bisa menyapu bersih hasil positif pada 4 pertandingan Liga Inggris tanpanya.

Malahan, Tottenham berpotensi melaju menuju fase perempat-final Liga Champions kampanye musim ini. Ya, pada pertandingan perdana fase 16 besar, tim bimbingan Pochettino bisa mendulang hasil positif 3-0 atas Borussia Dortmund.

Solskjaer Optimis De Gea serta Martial Bakal Segera Perpanjang Kontrak
Solskjaer Optimis De Gea serta Martial Bakal Segera Perpanjang Kontrak

Juru tak-tik Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, yakin jika Anthony Martial serta David de Gea bakal segera memperbarui kesepakatan kontraknya. Dia berharap ke 2 bintang ini bakal menandatangani pembaruan kesepakatan kontrak di dalam beberapa hari ke depan.

Martial serta De Gea sekarang dikatakan tengah menjalani perundingan buat menandatangani kesepakatan kontrak jangka lama. Kesepakatan kontrak anyar diperlukan buat menjauhkan Martial dan De Gea dari kejaran tim-tim raksasa Eropa.

“Saya pikir, dewan tim telah punya perkembangan di dalam perundingan soal kesepakatan kontrak dari sejumlah pemain. Namun, aku menyerahkan hal tersebut pada orang yang ideal,” tutur Solskjaer dilansir melalui FourFourTwo.

“Saya sesungguhnya tidak paham peningkatan tawar menawar kesepakatan kontrak dengan sejumlah pemain. Aku sama sekali tidak berpikir hal tersebut. Namun, moga-moga dapat memperoleh kejelasan serta laporan bagus dalam waktu beberapa hari ke depan,” tambah lelaki 45 tahun tersebut.

Sekarang, Eric Bailly disebut-sebut tengah jadi bidikan utama dari Arsenal yang mendapatkan krisis penggawa belakang. Solskjaer juga menyatakan jika ia sama sekali tidak terkejut saat mendengar laporan ini. Menurut pendapatnya, kemungkinan soal transfer para pemain pada banyak surat kabar bakal terus ada.

“Saya tidak terkejut mendengar laporan minat Arsenal. Untuk aku, hal tersebut cuma pemberitaan yang dibikin oleh wartawan. Spekulasi seperti itu bakal terus tersedia serta aku sama sekali tidak kaget mendengarnya.”

Kane Beri Kemenangan Perdana Spurs di Liga Champions

Tottenham Hotspur pada akhirnya mendapat kemenangan perdananya pada ajang Liga Champions kampanye musim ini. Melawan PSV Eindhoven di Wembley, Spurs sukses unggul 2-1. Ialah Harry Kane yang jadi bintang kemenangan THP melalui 2 goal yang dia ciptakan.

Meski unggul, Spurs sempat dibikin kewalahan oleh PSV pada babak ke 1. Mereka malahan sempat tertinggal 0-1 sejak menit ke 2 usai Luuk de Jong menyarangkan goal pembuka sehabis mendapat assist Gaston Pereiro.

Ketinggalan dengan gol cepat menjadikan Spurs tersentak. Spurs langsung memperagakan permainan pressing tinggi. Ben Davies mendapat kesempatan perdana buat memaksakan skor jadi imbang pada menit ke-10. Namun upayanya kali itu masih bisa ditepis penjaga gawang lawan.

Saat laga sudah berjalan hingga menit ke-28, giliran tembakan keras melalui luar jantung pertahanan punya Christian Eriksen yang dikandaskan penjaga gawang PSV, Jeroen Zoet. Ketangguhan Zoet dibawah mistar itu pun menjadikan babak pertama berkesudahan dengan skor 1-0 buat keunggulan kesebelasannya.

Spurs yang tak mau dipermalukan di depan publik sendiri mengerjakan transformasi pada fase ke 2. Keputusan itu juga berdampak bagus pada permainan team di rumput hijau.

Menguasai 70% penguasaan bola, The Lilywhites pada akhirnya bisa memaksakan skor jadi imbang pada menit ke-78 lewat Harry Kane. Ujung tombak tim nasional Inggris itu dengan dingin meneruskan assist Fernando Llorente yang baru diturunkan di babak ke 2.

Tuah Kane di pertandingan itu juga ditutup dengan sempurna pada akhir pertandingan. Sundulannya 1 menit menyambut bubaran membikin anak didik Mauricio Pochettino mendapat kemenangan pertamanya pada turnamen bergengsi Eropa musim ini.

Meski menang, tambahan 3 angka tidak bisa menghantarkan Tottenham naik peringkat. Mereka masih tertahan pada peringkat ke 3 Grup B bersama koleksi 4 angka. Sementara PSV tak beranjak dari tempat ke 4 bersama 1 poin.

Luis Enrique Sebut Performa Spanyol Saat Libas Wales Nyaris Sempurna

Pelatih tim nasional Spanyol, Luis Enrique, mengakui bahwa ia amat senang dengan penampilan anak asuhnya kala melawan Wales pada pertandingan persahabatan.

Di partai yang dimulai di Cardiff City Stadium, Jumat (12/10) dini hari WIB, tim nasional Spanyol sukses mendapat hasil positif 4-1.

Gol-gol hasil positif tim nasional Spanyol sukses dilesakkan oleh Paco Alcacer (menit ke-8, 29′), Sergio Ramos (19′), serta Marc Bartra (74′).

Sedangkan 1 gol hiburan dari tim nasional Wales dilesakkan Sam Vokes saat laga sudah berjalan hingga menit ke-89.

Setelah laga, juru tak-tik Luis Enrique mengaku amat senang bersama penampilan anak asuhnya.

Saking girangnya, mantan juru tak-tik Barcelona ini menyatakan jika performa bintang-bintang tim nasional Spanyol pada pertandingan itu hampir perfect.

“Awalnya aku tak pernah menyangka mereka bakal main seperti itu. Sikap kami di dalam melawan laga itu pun nyaris perfect, ” tutur Luis Enrique.

“Mereka senantiasa berlari, memberikan tekanan, bekerja keras melalui menit perdana sampai paling akhir, dan memperlihatkan jika mereka tak menganggap itu sebagai laga friendly ataupun sejenisnya, ” katanya.

Teco Lega Persija Tak Jalani Laga Usiran Lagi

Manajer Persija Jakarta, Stefano Cugurra alias Teco menyongsong gembira keputusan skuatnya balik lagi menggelar pertandingan kandang di seputar Jakarta.

Persija bakal menghadapi Perseru Serui pada lanjutan Liga 1 kompetisi musim 2018 Matchday ke-24 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Senin (8/10), pukul 16. 00 WIB.

Itu merupakan pertama-tama kalinya bagi Persija balik lagi menuju ke Jabodetabek usai melakoni 5 markas usiran di Stadion Sultan Agung, Bantul.

“Pasti setingkat lebih baik bagi skuat. Di Liga 1 bermain di markas (SUGBK) anyar tiga kali. Sedangkan di babak 2 telah bermain berapa kali posisi netral, dapat kembali menuju sekitaran Jakarta setingkat lebih baik, ” tutur Teco melalui rilis resmi Persija.

“Supporter nyaris menuju ke stadion. Skuat pun tak kelelahan di jalan sebab penerbangan. Ini berimbas menuju ke tenaga serta stress. Menjadi setingkat lebih baik, ” katanya.

Cuma saja Teco menyayangkan laga itu di sore hari sebab bakal berimbas kepada angka penggemar yang akan hadir secara langsung untuk melihat laga.

Tapi ia menyatakan jika pihaknya cuma mengikuti saja waktu permainan yang telah ditetapkan PT Liga Indonesia Baru, yang adalah operator turnamen.

“Buat kesebelasan tidak bermasalah. Kemungkinan bagi supporter beberapa bekerja. Jika bermain 18. 30 stadion bakal setingkat lebih maksimal. Namun ini peraturan liga seharusnya turut saja, ” kata Teco.

Luka Modric: Prancis Unggul Sebab Dibantu Sang pengadil

Leader Tim nasional Kroasia, Luka Modric mengakui masih menyesal dengan hasil negatif kesebelasannya pada laga pamungkas Piala Dunia 2018. Modric memperhitungkan kesebelasannya berlaga setingkat lebih bagus ketimbang Tim nasional Prancis, hingga mereka sedikit lebih pantas menjadi jawara.

Kroasia sendiri sukses main di luar harapan publik di Piala Dunia 2018. Untuk perdana kalinya sepanjang sejarah, The Vatreni sukses melaju menuju laga pamungkas Piala Dunia sejak federasi sepak bola mereka terbentuk.

Tapi dalam laga pamungkas, Kroasia mesti takluk vs rival mereka, Prancis. Mereka mesti kalah dengan score 4-2 dari kesebelasan yang dijuluki Les Bleus itu.

Modric sendiri mengatakan jika kesebelasannya setingkat lebih pantas untuk mengangkat trofi daripada Prancis. “Semua bintang rombongan saya mengalami hal yang serupa, yakni rombongan saya tak layak menerima kekalahan,” tutur Modric pada situs berita bola Sportsmole.

Modric sendiri menuduh jika sang pengadil setingkat lebih condong membela Prancis di partai itu serta ini bisa dibuktikan dari keputusan-keputusan yang dibikin sang pengadil selama pertandingan.

“Saya pikir rombongan saya merupakan kesebelasan yang setingkat lebih bagus dari Prancis, tapi terkadang kesebelasan yang setingkat lebih bagus tak merebut kemenangan.”

“Kami jua terkesima rombongan saya mendapat tendangan penalty, khususnya sebab pelanggaran yang dia berikan di goal perdana mereka, menurut aku bukan sebuah pelanggaran serta rombongan saya dapat bangkit dari ini.”

Modric jua menyesalkan hukuman penalti yang diberikan oleh sang pengadil Nestor Pitana ini, sebab dia memperhitungkan hukuman penalti ini mematikan gairah kesebelasannya.”

“Kami sukses berlaga dengan bagus serta rombongan saya memainkan sepak bola yang baik selama laga. Lantas sang pengadil mengasih hukuman penalti buat mereka [Prancis] serta ini mematikan rombongan saya.”

“Tak simpel buat bangkit dari situasi itu, tapi rombongan saya selalu coba. Rombongan saya selalu berupaya sampai akhir serta rombongan saya betul-betul bangga dengan bagaimana cara rombongan saya berlaga. Tapi sayang ini tak cukup membikin rombongan saya unggul,” tambahnya.